Senin, 05 Juni 2017

Mutiaraku



aku mengenalnya sejak SMA, perkenalkan sahabatku bernama Mutiara. aku biasa memanggilnya muti. muti keturunan Aceh dan Betawi, karakternya sangat agamis, cuek, suka ngebanyol, dan tomboi, beda sekali dengan diriku yang agak feminim dan penuh simpati.

selama bertahun-tahun kita telah melewati begitu banyak peristiwa. baik itu yang suka maupun yang duka, semoga dengan banyaknya peristiwa yang telah kita lalui bersama semakin membuat persahabatan kita semakin erat sampai ke Jannahnya. peritiwa yang paling berkesan untukku saat itu, mutiara baru saja membeli sebuah gadget baru. uang dan gadget yang baru beberapa hari ia gunakan ternyata hilang karena di hipnotis orang tak dikenal. ia pun sempat disengat listrik oleh sang pelaku, setelah kejadian itu menimpa dirinya, ia jadi lebih sering melamun dan ada makhluk lain yang masuk ke dalam tubuhnya, permasalahan yang terjadi dikeluarganya pun membuatnya semakin depresi. komunikasi ku terputus dengan nya, aku mencoba menghubunginya tetapi selalu tidak ada jawaban.

setiap hari ku selalu berkunjung ke kelasnya, tapi teman sekelasnya berkata, bahwa beberapa hari mutiara tidak masuk sekolah. ke esokan harinya, ku datangi lagi, dan jawaban nya masih sama. sampai seminggu tidak ada kabar tentang dirinya. aku pun semakin khawatir, ku coba terus cari tahu, sampai akhirnya abangnya menghubungiku dan menceritakan selama seminggu ini mutiara mengalami depresi yang sangat hebat, yang membuatnya sedikit lupa ingatan.

setelah mendapat kabar dari abangnya, aku dan beberapa teman kelasnya memutuskan untuk menjenguknya. ketika tiba dirumahnya, air mata ku tidak dapat ku bendung, air mataku mengalir sangat cepat saat ku lihat mutiara sahabat yang selalu membuatku tertawa kini terlihat seperti orang gila. ia tidak mengenaliku secara penuh, ia yang selalu menunduk tiap ku ajak bicara, dan matanya yang terlihat kosong sekali.

aku sedih melihat sahabatku seperti ini. mamahnya pun mencoba mengingatkan mutiara dan berkata nak, ini elis teman dekatmu masa kamu gak kenal, kamu kan sering main bareng, ngerjain tugas bareng dengan nya. mutiara yang saat itu ingatan nya masih lemah, ia hanya mengangguk-ngangguk saja. mamahnya pun menceritakan apa saja yang membuat mutiara menjadi seperti ini, dan mamahnya berpesan padaku untuk selalu mensupport mutiara, jangan pernah ninggalin nya.

aku memeluknya dengan erat, aku pun teriak muti ini elis!!! tapi ia hanya menatapku dengan tatapan kosong. aku pun yang tak tega melihatnya seperti itu terus menangis, tuhan sepertinya sedang menguji persahabatan kita. setelah menjalankan pengobatan, ingatan nya pun mulai kembali pulih dan mutiara bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar